biarkan..biarkan

Apakah membiarkan juga berarti merelakan. Susah payah kuhadapi sekian malam tanpa harapan lalu kau mengatakan agar aku melupakan. Bagaimana seseorang bisa sekejam itu.

Aku seperti bersembunyi dari matahari. Aku takut pada bayanganku sendiri. Karena setiap kali cahaya terang itu sampai di mataku, yang teringat justru senyumanmu…

Advertisements

di setiap kerumunan

Kemanapun aku pergi, di setiap kerumunan, selalu kucari-cari dirimu. Mungkin kau tengah duduk di suatu sudut dan aku akan menemukanmu di sana.

Tapi harapan hanya melahirkan kepedihan.

entahlah

Satu per satu diriku seperti tercerai berai antara masa lalu, asa yang menunggu dan masadepan, harapan yang membelenggu. Keyakinanku goyah, entah oleh semu wajah merahmu kala senja, atau pelukan hangat yang terlepas di malam penat. 

Aku seperti berada di musim gugur yg abadi. Yg terlihat hanyalah daun-daun menyerah pasrah. Yg tampak hanyalah nganga luka selamanya terasa. 

Entahlah, apa aku harus bahagia. Itu semua terdengar hampa. Dan aku masih membeku dalam genangan senyummu…

rindu

Bisakah kunamai pagi hari dengan kerinduan.. Kulihat benderang matahari tapi semi kenangan bersamamu menjadi mendung yang tak jemu…

Bisakah kunamai november dengan kerinduan.. Hujan jatuh menimpa diriku, tapi semi kenangan bersamamu membelenggu..

Aku hanya bisa memandang langit seolah dirimu ada di situ…

Ketika…

Bagimu, aku hanya pagi yang lain, yang biasa kaulewati. Sejauh apapun aku membayangkan langit, Kau tetap lebih jauh, tak terjangkau, tak tergapai. Hari mungkin akan berakhir, tapi Kau adalah lambang ketiadaan dan kenyataan. Karena itu, akhir tak lebih berbeda dari muasal.

Dunia tercipta dari tanda tanya, serumu lantang pada hujan. Tapi hanya gemuruh yang mendengarmu, tak ada kilasan cahaya apalagi pelangi aneka warna. Aku adalah bayangan dan kau cahaya. Aku lenyap begitu kau padam, aku tiada saat kau pergi begitu saja.

Tersembunyi…

Kedua tanganku sebatas senja yang tak mampu menjangkau cahaya. Matahari seakan bersinar dari tempat yang jauh, dan aku di dunia yang berbeda.

Di sudut manakah kita akan berjumpa? Aku terperangkap sendirian dalam angan-angan masa depan. Aku tak berdaya tanpa siapapun bagai serangga buta yang tenggelam dalam malam.

Entah apakah aku merindukan pagi yang benderang, Entah apakah aku merindukan hangat matahari yang hilang.

 

Kerinduan ….

❤ AK

Rindu adalah dua sudut yang terpaut. Lengang jarak yang memisahkan kita. Tapi rindu adalah hasrat yang menguatkan kita untuk saling memimpikan. Aku di seberang kota dan kau di kota lainnya. Hanya malam yang menautkan kita dalam senyapnya.

Jika saja aku bisa melukis terang di gulita langit, mungkin kau bisa menyaksikan betapa rindu ini tak pernah padam.

jika saja aku bisa meminjam sejenak matahari, akan kau saksikan benderang cahaya penuh cinta….