buku kumpulan cerpen ‘pohon keinginan’

SINOPSIS BUKU KUMPULAN CERPEN

Buku kumpulan cerpen yang terdiri atas 24 karya ini boleh dikata merupakan satu bentuk pergolakan batin penulis yang lahir, tumbuh dan ‘meminjam’ hidup pada pulau Bali. Pulau yang dijuluki The Island of God ini tidak hanya semata tanah kelahiran yang penuh harapan tetapi juga sebuah tempat istimewa yang dipuja-puja seluruh dunia. Sayangnya, keistimewaan itu pada akhirnya melahirkan pertentangan tersendiri –yang tidak dirasakan sebagian orang –antara tradisi dan modernism. Pariwisata yang berkembang demikian pesat bukan hanya membawa ‘anugrah’ materi pada masyarakatnya melainkan juga menanamkan budaya baru, mengenalkan gaya hidup tertentu, yang tidak seluruhnya baik. Buku ini juga mewakili pemikiran-pemikiran penulis sebagai seorang perempuan, bagaimana memperjuangkan kehidupannya di tengah desakan iklim patriarchal. Selain itu, sebagian cerpen ini juga mengisahkan kehidupan penulis sebagai seorang perawat, terutama ketika bertugas di rumah sakit jiwa.

Cerpen berjudul ‘Pewaris’ menggambarkan secara tersurat bagaimana seorang gadis dipaksa memilih meneruskan menjadi penari meski tak bekecukupan materi dan tetap tinggal di desa, atau pergi ke kota besar, meneruskan pendidikan, mendapatkan pekerjaan dan mencari uang sebanyak-banyaknya.

Fenomena yang marak belakangan ini adalah banyaknya orang-orang yang berbondong-bondong menjual tanah warisannya hanya untuk memenuhi gaya hidup. Seperti pada cerpen ‘Biji Jambu Terakhir’. Hedonism telah menjadi momok yang menakutkan. Segala cara dilakukan untuk sekadar mengikuti trend dan mode. Pada akhirnya penduduk asli suatu daerah bisa saja menjadi terasing di kampung halamannya sendiri karena semua tanah warisan dijual tanpa memperhitungkan nasib anak cucu di masa mendatang.

Selain kisah-kisah tentang Bali beserta pergolakannya, buku ini juga memuat banyak cerpen dengan tema umum seputar perempuan. Cerpen ‘Ibuku’, kisah seorang anak yang akhirnya mengetahui bahwa Ibunya adalah korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Beberapa cerpen seperti ‘Kepada Kenangan’, ‘Mimpi’, ‘Sakitku’, ‘Ambang Senja’, terinspirasi dari segala kejadian yang penulis cermati ketika bekerja di rumah sakit. Kematian memang tidak terelakkan dari kehidupan manusia. Namun, tiap orang selalu menghadapi hal itu dengan cara yang berbeda-beda. Kisah itulah yang coba dituangkan dalam buku kumpulan cerpen ini. “Prasangka”, ‘Kabut Dalam Pikiran’, ‘Jatuh Cinta pada Sebuah Kursi’, ‘Kepala yang Bersuara’, ‘Kunang-kunang’, ‘Sardi’ adalah cerpen yang terinspirasi dari kehidupan pasien di Rumah Sakit Jiwa.

Salah satu cerpen yang berjudul “Malam Penghabisan”, mengisahkan tentang seorang anak muda yang menjadi korban sejarah. Keluarganya hancur karena peristiwa G/30 S/PKI dan ia sendiri harus beradu dengan maut pada kerusuhan Mei 1998.

Selamat membaca…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s