entahlah

Satu per satu diriku seperti tercerai berai antara masa lalu, asa yang menunggu dan masadepan, harapan yang membelenggu. Keyakinanku goyah, entah oleh semu wajah merahmu kala senja, atau pelukan hangat yang terlepas di malam penat. 

Aku seperti berada di musim gugur yg abadi. Yg terlihat hanyalah daun-daun menyerah pasrah. Yg tampak hanyalah nganga luka selamanya terasa. 

Entahlah, apa aku harus bahagia. Itu semua terdengar hampa. Dan aku masih membeku dalam genangan senyummu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s