Ketika…

Bagimu, aku hanya pagi yang lain, yang biasa kaulewati. Sejauh apapun aku membayangkan langit, Kau tetap lebih jauh, tak terjangkau, tak tergapai. Hari mungkin akan berakhir, tapi Kau adalah lambang ketiadaan dan kenyataan. Karena itu, akhir tak lebih berbeda dari muasal.

Dunia tercipta dari tanda tanya, serumu lantang pada hujan. Tapi hanya gemuruh yang mendengarmu, tak ada kilasan cahaya apalagi pelangi aneka warna. Aku adalah bayangan dan kau cahaya. Aku lenyap begitu kau padam, aku tiada saat kau pergi begitu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s