Ketika…

Bagimu, aku hanya pagi yang lain, yang biasa kaulewati. Sejauh apapun aku membayangkan langit, Kau tetap lebih jauh, tak terjangkau, tak tergapai. Hari mungkin akan berakhir, tapi Kau adalah lambang ketiadaan dan kenyataan. Karena itu, akhir tak lebih berbeda dari muasal.

Dunia tercipta dari tanda tanya, serumu lantang pada hujan. Tapi hanya gemuruh yang mendengarmu, tak ada kilasan cahaya apalagi pelangi aneka warna. Aku adalah bayangan dan kau cahaya. Aku lenyap begitu kau padam, aku tiada saat kau pergi begitu saja.

Advertisements

Tersembunyi…

Kedua tanganku sebatas senja yang tak mampu menjangkau cahaya. Matahari seakan bersinar dari tempat yang jauh, dan aku di dunia yang berbeda.

Di sudut manakah kita akan berjumpa? Aku terperangkap sendirian dalam angan-angan masa depan. Aku tak berdaya tanpa siapapun bagai serangga buta yang tenggelam dalam malam.

Entah apakah aku merindukan pagi yang benderang, Entah apakah aku merindukan hangat matahari yang hilang.

 

Kerinduan ….

❤ AK

Rindu adalah dua sudut yang terpaut. Lengang jarak yang memisahkan kita. Tapi rindu adalah hasrat yang menguatkan kita untuk saling memimpikan. Aku di seberang kota dan kau di kota lainnya. Hanya malam yang menautkan kita dalam senyapnya.

Jika saja aku bisa melukis terang di gulita langit, mungkin kau bisa menyaksikan betapa rindu ini tak pernah padam.

jika saja aku bisa meminjam sejenak matahari, akan kau saksikan benderang cahaya penuh cinta….