celoteh

hingga saat ini saya masih mencoba memahami mengapa ada perpisahan yang kemudian menyisakan kepedihan yang mendalam. ketika kenangan-kenangan manis selama bertahun-tahun itu justru menjadi sesuatu yang getir, yang mewujud dalam perasaan sendiri, sepi, dan hampa.

saya pernah patah hati tapi satu peristiwa bisa mengubah segala kepahitan, dan membuat saya sadar bahwa pintu kebahagian itu telah terbuka.

tapi saya merasa sungguh egois jika kemudian ketika kebahagiaan itu telah ada dalam genggaman saya abai pada sesuatu yang tertinggal di masa lalu.

bulan dan tahun lewat, lekas sekali, hanya menyisakan fragmen-fragmen kisahan tertentu yang apik tersembunyi. dalam sekian waktu itu saya merasa pernah menjadi bagian itu, bagian yang hilang, the lost side. sedang peristiwa sesungguhnya adalah bayangan-bayangan peristiwa yang masih gegap gempita dalam diri–yang akhirnya kini sendu menjadi sesuatu yang melulu muncul dalam ingatan.

ingin berkata setiap hari setiap waktu untuk kepiluan itu bahwa sesuatu yang luar biasa hebatnya tengah menunggu di satu sudut, menunggu untuk dibuka. perempuan yang hebat, yang tangguh, yang padanya kekuatan cinta itu ada, kesetiaan yang senyatanya itu miliknya.

lihatlah, bukan mawar saja yang indah, tapi juga krisan atau tulip. lihat saja betapa sakura atau peoni pernah menaklukkan waktu untuk bersetia. maka, raihlah kuntum-kuntum yang penuh gelora kesegaran itu. maka mawar akan kau lihat sebagai mawar yang indahnya bukan keabadian. mawar itu hanya abadi ketika kenangan muncul menyembul dari sebuah gambar atau tulisan.

2 thoughts on “celoteh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s