Ujaranku

……………..love will find it’s way

aku tak punya apapun selain harapan, akan bertemu bulan seperti mimpi masa kanakku. tak juga punya kata yang tepat untuk tunjukkan mauku. aku tak sedih tak juga gembira, hanya angin  dan sedikit cahaya yang berpendar yang membuatku membuka mata. hari-hari begini saja, kadang ragu dalam diamnya tapi lebih sering gagu memilih kata.

ku lalui hari seperti menulis sesuatu di sebuah buku, ada kalimat-kalimat yang terputus dan ada luka, yang tak kutau siapa pemiliknya, aku ataukah waktu.

ku lalui hari, tak bergeming meski ada warna indah yang senantiasa, meski ada rona yang cerah ceria.

aku hanya diam tak berkata, sebab kutakutkan kata-kata hanya mengikat luka lebih dalam.

maka jangan kau tunggu kata-kataku. anggap saja aku sedang diam dalam diamku, hening dalam hariku, sebab aku pun tak tahu mengapa harus ada penungguan dan luka yang tak sederhana.

jangan juga tunjukkan air mata atau perdengarkan suara luka padaku, telah lama ia lekat padaku, hingga rasanya ia karib saja, saling silang dengan harapan, sesuatu yang masih buat kuhirup udara dengan riang sampai sekarang.

jika ingin, boleh saja kau tertawa denganku. tertawa sebab masih kita lihat matahari nampak penuh dengan cinta, cinta yang telah menemukan jalannya.

Advertisements

Melamun

bahkan langit yang bergegas malam begitu paham betapa kerinduan seperti ranting yang tak rela jatuh dari pohonnya. waktu tak sama dengan gelas kosong yang tetap di atas meja, tak beda pula dengan suara-suara udara yang menjadi liar di sekitar kita.

hujan tiba, menderas saja dalam diamnya, tak pernah mengira betapa gairahnya langit yang menjadi kelabu dan gelap sama sekali. membiarkan payung-payung berputar hampa, menjelma wajah-wajah kekasih yang mengucap janji tapi pergi di ujung hari.

siapa sangka, kenangan yang singgah, mimpi yang terlupakan dan jam di dinding hanya mengesahkan kepedihan yang tenggelam, lalu menggenang ke ruang renung ini.

barangkali hanya dengan pergi ke kota asal dimana peri masih sembunyi, aku akan temukan itu, seperti matahari menemukan pagi, seperti sungai melepas segala yang ada di samudra,  juga seperti waktu yang beku di jarum jam yang pertama.