Obituari

Aku hanya sepandang bayang
Di antara lekuk hari meredup sayang

Cahaya merah di langit luas
Seperti perayu gagah berani
Menyingkap senja yang penuh rahasia

Dan senja pun lenyap
bagai musafir putus asa
yang rindu bau jati kampung halaman

Laut bergetar sepanjang kata
Gulungan ombak seisian pinggiran
Seakan hendak berujar
mereka pemilik paling sahih keluasan samudra

Tapi matahari terbit tak urung menepati janji
Pada embun yang melekaskan dirinya untuk pagi
Pada burung yang meninggalkan sarang mencari musim semi
Di kaki langit yang lain
Di waktu yang terbatas mata

Aku hanya sepandang kenangan
Hari berpagut berulang sayang
Berseri saja hati ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s