Sesederhana apapun…

Hari ini pacar saya datang ke rumah. Sudah saya ancam dia, jika dia datang saya tak akan mau bukakan pintu, tapi dasar keras kepala, dia datang dengan tingkahnya yang sama, cengengesan. Waktu itu saya bagun tidur dan belum mandi. Ya gara2 tidur siang terlampau malam, sekitar pukul 18.30 – 20.00 wita. Bukannya saya tidak mau menemuinya, hanya saja, jam – jam itu seharusnya ia gunakan untuk istirahat setelah seharian bekerja. Tapi ia selalu berkata, ‘kangen, kangen dan kangen’. Ya, tidak dapat dipungkiri saya juga kangen sebenarnya, tapi lebih nyaman rasanya jika dia istirahat di rumah, cukup dengan sms atau telepon saja.

Nah, karena dia sudah di depan rumah, saya langsung keluar, belum sikat gigi atau cuci muka, apalgi sisiran. Lalu dia berkata “cantik banget yayangnya adhi baru bangun loh”. Gedubrakkk, anak ini. Ya sudah kalau dipuji seperti itu saya tak mungkin bisa marah. Jadi saya minta ia menunggu sebentar saya mandi dan ibu yang menemaninya mengobrol.

Setelah mandi, dia kembali menanyakan apa saya sudah makan. Pas sekali saat itu saya kelaparan dan dia mengajak makan di luar. Tapi hawa dingin membuat saya enggan keluar rumah, jadi saya minta saja dia buatkan mie. Hahahaha syaa kira dia akan menolak tapi ternyata dengan senag hati ia melenggang ke dapur membuatkan mie sesuai selera saya, mie goreng dengan irisan tipis kol dan telur mata sapi setengah matang. Jadilah malam ini saya menikmati mie goreng buatannya dan mengobrol sampai jam 10 tanda pulang untuknya.

—–pssst, Makasi Tuhan, mengirimkannya untukku.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s