Suatu Hari Kita di Sana

Menyebut hujan barangkali terlampau susah untukku. ia telah memberi bayang – bayang yang lain juga sebentuk keteduhan yang menakjubkan. tapi aku tak berdaya. langit telah mencoba merenggut mendung itu dariku. tapi percuma saja jika angin masih meniupkan gelombang aroma yang membuat rindu.

lihat saja, malam datang begitu saja melewatiku, tanpa peduli betapa gigil ini telah memberikan mimpi – mimpi buruk yang tak terkendali hingga sekejap mata memejam adalah simpul kenangan yang lain, pasrah bergelora dalam hati yang hampa.

jadi bagaimana jika kita lupakan selamanya hari itu, anggap saja itu cuma setitik nila dalam selang panjang hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s