Seperti Ketika Hari Ini

Seperti ketika hari ini, kudengar dengkurmu dari sebalik kamarku. Aroma lavender memang menenangkan, tepat seperti katamu. Tapi hati masih saja risau. Belum lagi suara angin yang seakan datang dari kejauhan membawa mimpi – mimpi buruk.

Aku selalu melihat cermin biru tempat paling tersembunyi dimana aku bisa mengamatimu dengan seksama. Tapi bekas luka menahun itu menakutkanku. Dan kau, seperti pura – pura tak peduli, melenggang begitu saja ke dalam selimutmu.

Sampai jumpa, katamu suatu hari. Tapi aku tak pernah percaya itu.

–s–

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s