Suatu Hari Kita di Sana

Menyebut hujan barangkali terlampau susah untukku. ia telah memberi bayang – bayang yang lain juga sebentuk keteduhan yang menakjubkan. tapi aku tak berdaya. langit telah mencoba merenggut mendung itu dariku. tapi percuma saja jika angin masih meniupkan gelombang aroma yang membuat rindu.

lihat saja, malam datang begitu saja melewatiku, tanpa peduli betapa gigil ini telah memberikan mimpi – mimpi buruk yang tak terkendali hingga sekejap mata memejam adalah simpul kenangan yang lain, pasrah bergelora dalam hati yang hampa.

jadi bagaimana jika kita lupakan selamanya hari itu, anggap saja itu cuma setitik nila dalam selang panjang hidup kita.

Advertisements

Seperti Ketika Hari Ini

Seperti ketika hari ini, kudengar dengkurmu dari sebalik kamarku. Aroma lavender memang menenangkan, tepat seperti katamu. Tapi hati masih saja risau. Belum lagi suara angin yang seakan datang dari kejauhan membawa mimpi – mimpi buruk.

Aku selalu melihat cermin biru tempat paling tersembunyi dimana aku bisa mengamatimu dengan seksama. Tapi bekas luka menahun itu menakutkanku. Dan kau, seperti pura – pura tak peduli, melenggang begitu saja ke dalam selimutmu.

Sampai jumpa, katamu suatu hari. Tapi aku tak pernah percaya itu.

–s–