Bulan Keenam, Hari Sabtu yang Lalu


Apa arti bulan keenam ini. Kali terakhir kita menyusur jalan dulu ataukah hanya waktu, melulu waktu yang tak menentu.

Kini aku di tempat yang dulu. Berdiri memandang langit yang diam-diam menyusupkan kenangan ke dalam diriku. Dan selalu ada tawamu di situ.

Hujan malam itu ternyata tak lagi pernah membuat kau dan aku gigil lalu mencoba menyesap hangat masing-masing. Sebab hari telah berganti baru.

Kau tak perlu hujan untuk mengingatkanmu pada gadis kecil yang mencoba riang ini. Kau juga tak perlu mengulurkan tangan untuk menyambut ia yang gagu di depanmu. Kau kini kupu-kupu, melepas bebas mengitari langit, meski tanpa warna biru.

Apa arti bulan keenam ini. Aku hanya mengenang kedatangan tanpa mampu melepas ingatan tentang perpisahan. Tapi aku dan kau sama-sama tahu, ada seseorang disana yang akan membuka pintu untukmu, menyanyikan lagu-lagu riang, menghangatkanmu. Sedang hanya ada sebuah buku dan secarik kertas tulisan tanganmu di sini.

Apa arti bulan keenam ini untukku atau untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s