VIII

Apa yang akan terjadi esok hari, belum tentu seperti yang kita inginkan. Berulang datang kabar, berkali-kali tak sesuai  harapan.

Dari sisian jalan, kusaksikan bulan menggantung sebagian di atas atap gedung kuning tua. Mungkin kau tengah duduk di dalamnya, memandangi ratusan halaman penuh angka, memutar-mutar pensil, lalu sesekali menyelipkannya di mulut, dan kau pun kembali mencermati tulisan – tulisan di depanmu. Mungkin juga kau tengah melirik jam tanganmu untuk yang kesekian kali, berharap waktu berlalu dan segera dapat kau habiskan malam dengan kupu-kupumu yang menunggu di sudut lengang kamarmu.

Dari sisian jalan, kusaksikan pagi pelan-pelan menggantikan malam, cahaya pucat matahari pukul 6 menyembul di timur seakan tak sabar menampakkan kuasanya. Kulihat gedung kuning tua itu lagi. Mungkin nanti kau akan kembali duduk di sana, dengan sisa senyum yang seharian setelah beraneka urusan yang melelahkan. Namun, kesenangan tentulah selalu menunggumu entah di mana. Mungkin seorang kawan akan menghubungi tepat pukul 10 nanti, mengajakmu menyusuri jalanan di utara, sambil menikmati minuman hangat toko 24 jam. Atau sekadar duduk-duduk di emperannya memandangi kendaraan yang lalu lalang tak pernah berhenti. Mungkin juga kau memilih pulang saja, berbaring puas di atas ranjangmu, mencermati beragam benda di sana. Botol-botol kosong di atas lemari, buku-buku yang belum habis kaubaca, atau memejamkan mata sambil mendengar lagu-lagu pengantar tidurmu.

Dari sini, dari ruang kamar kecilku, kubiarkan bayangmu lepas bebas menemaniku.

3 thoughts on “VIII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s