V

: ck

Ada yang telah retak, ada yang telanjur mengharap.
Ada yang tak jemu menunggu.

Saat kau bergelut dengan pekerjaan, tugas makalah saat kuliah, kemacetan, hingga akhirnya kelelahan, yang sesekali boleh jadi membosankanmu, akan kutulis sesuatu, sebab hanya dengan kata-kata kudapati kembali kenangan itu, kurasakan diri duduk di sisimu, menghibur, dan mengusap peluhmu.

Pernah kau berjanji mengajakku menyusuri jalan pegunungan yang memukaumu, tapi pagi telah berganti dengan embun yang lalu. Dan aku mungkin hanya kesegaran kemarin, yang bergelayut lesu pada daun coklat tua yang juga tak berdaya.

Kau mungkin akan tertawa atau justru kecewa, jika tahu, aku masih sering melewati jalan itu, menunggu sampai lampu merah menyala dua kali, lalu melaju dan berhenti di tempat itu, duduk di emperan yang sama, kadang menikmati cola, kadang hanya sekotak susu dingin, sebagaimana dirimu pernah ada di situ.

Kedatanganmu memang keindahan, tapi aku tak juga paham, apa makna kepergian dan perpisahan untukku. Apa benar ada isyarat tertentu, yang suatu hari akan kumengerti.
Mungkin aku memang hanya gadis kecil, dan yang kumiliki hanya ribuan impian tentang masa depan, yang selalu kucatat di buku kecilku. Tapi suatu saat pastilah aku bisa jadi seperti dirimu, seperti elang yang memenuhi angkasa, atau seperti pohon teduh yang dirindukan banyak pejalan.

Akan kembali kuucapkan selamat pagi pada hari yang telah jadi puisi.

One thought on “V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s