III

Jika kau tanyakan padaku, mengapa masih saja duduk di bangku yang dulu, akan kukatakan, aku menunggu kupu-kupu yang lalu.

Langit hari ini lebih kelabu dari kemarin. Angin tak bertiup dengan lembut. Daun-daun maple merah tua berguguran, seperti hujan yang sedih, hujan yang tak dirindukan.

Kau yang bernama waktu, biarkan Tuhan bicara padaku. Sebab aku tak tahu mengapa ada kepedihan, mengapa ada yang hilang, yang ditinggalkan, mengapa ada yang murung, ada yang mengucapkan selamat tinggal dari seberang jalan.

Dan pagi ini tak juga jadi milik yang dinanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s