1 April

Kerumunan ini. Seolah hilang aku di dalamnya. Segala rupa, warna dan cahaya. Mengapa semuanya beku, dan menjadi sebatas kenangan. Kemudian di antaranya selalu terselip yang silam, yang tak kuasa tertinggalkan.

Bukan gelap yang menundukkanmu tapi kehampaan yang menyendiri di sudut hari. Yang tak pernah peduli pada hati yang juga sunyi. Jika saja, akhir selalu sama dengan kebahagiaan, tentu aku dan kau tak akan pernah menggelisahkan perpisahan, mengakhiri pertemuan yang tak hanya sebatas pandang yang mempesonakan.

Aku di sini. Dan kau mungkin berdiri di ujung sana. Memandang pelangi yang memukaumu setiap kali. Mengagumi gerimis yang mirip isak tangis.

Aku di sini. Dan mungkin kau tak berdiri di ujung sana. Sedang aku mencari-cari. Sungguhkah kau sembunyi, dari hari yang membuatmu terjaga, dari mimpi yang memaksamu lelap dalam diam.

Aku di sini. Tapi kau tak berdiri di ujung sana. Aku mencari, dan yang kutemukan hanya sisa mimpi semalam, terkulai di ujung gang, seolah tinggal sejenak napas.

Maka aku di sini. Tetap mencari.

One thought on “1 April

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s