Jalan AHmad YAni

Di lindung langit yang tak mau murung

Kubiarkan sendiri

Langkah kaki di lepas hari

Burung-burung pencemburu melewatiku sekilas lalu

Ke mana arah bayangmu

Yang tak juga jemu

Meniru gerak lugu kupu-kupu

Lalu wajahmu

Begitu saja : Genang kenangan

yang dibawa burung-burung itu

armada

Menyusup sunyi

ke dalam celah mimpi seorang gadis

Dengan mawar setengah layu

Di kupingnya

Di batas mataku

Jalan ini seolah tak selesai

Tiap tikungan seperti gua purba

yang merindukan cahaya

Tiap pejalan seperti kelana

yang merindukan kampung halaman

seperti laba-laba yang terusir kawanannya

Mau kemana kita?

Lampu kuning teduh menyala bergantian

Tapi malam selalu datang

Sebelum usai kita akrabi jalan ini

Tak ada rambu penanda, untukku atau untukmu

Di lindung langit yang tak mau murung

Jalanan ini entah berujung di mana

Puisi ini menjadi nominator Singa Ambara Raja  Award 2009

2 thoughts on “Jalan AHmad YAni

  1. Jalan yang entah dimana berujung dengan langit yang tak mau murung. Membuat saya ingat jalan kehidupan, dan bagaimana seharusnya menjalani…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s