Sebuah Taman

Ada yang membayang di ujung jalan ini
sesuatu yang tak selesai
berdesir
bukan angin yang semilir
bukan pula gerimis di musim dingin.

Ada sayat hari yang tertinggal di sini
Sepasang wajah berbagi tatap
mencari genang cahaya
di antara kenangan
yang melintas bersilangan.

Ada kau dan aku di sini
mengunjungi setiap taman
menciumi aneka rupa bunga
tanpa tahu
mawar mana yang rela menanggalkan durinya
untuk seekor kupu-kupu sesat
yang kehilangan kekasihnya

Adakah matamu yang menatapku?
Menghujaniku dengan haru pilu penuh sendu
saat aku terjaga oleh mimpi
tentang malaikat bersayap kelabu
yang mirip dirimu, mirip kupu-kupu itu

Andai saja tiap pelukan terulang
tiap ciuman abadi dalam keheningan
maka kau dan aku
cukup punya sebuah taman
untuk satu impian.

3 thoughts on “Sebuah Taman

  1. Akhirnya, kembali lagi postingan puisi dari Rasti. Walaupun saya tidak begitu bisa mengapresiasi puisi, tapi saya senang, akhirnya Rasti menulis puisi lagi. Semangat, Rast!

  2. weeeeew.. kompak bgt dua bersaudara di atas,hehe
    ikutan kompak ah dgn blg… “sama kaya’di atas”hehe semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s