Cerita Untuk Bandung

: Anggaranu

Paris van Java. Dari jauh saya bayangkan ia sebagai kota yang teduh, kota yang keibuan, kota tentram dengan hawa segar yang memenuhi tiap jalan dan rumah-rumah beratap coklat.

Tentu di sana ada sebuah taman, lengkap dengan bangku mungilnya, serta lampu bulat yang memancarkan cahaya kuning pucat bila petang datang. Senja pun tiba dengan sempurna. Saya akan duduk di sana. Dan ada kamu, kawan, duduk dengan buku-buku di tangan. Sesekali tersenyum pada saya yang tak henti memandang jatuhnya sinar merah muda dari langit barat lalu merambat di antara daun daun akasia hijau muda.

Dari sini saya bayangkan ia sebuah kota yang tercipta, untuk para pejalan jauh, yang tiba-tiba merindukan keteduhan sebuah rumah. Berdiri lama di depan halaman entah milik siapa, lalu mendengarkan Long Ride Home—Patty Griffin dari radio tua tanpa antena.

”Bandung dingin”, ujarmu kawan. Sedang di sini lagu Raindrops In My Coffee mengalun dan dengan lembut menemani saya yang membayangkan kedinginan serupa di sana. Nyanyian itu adalah keindahan yang berharga, sebentuk waktu yang dilantunkan pelan namun dalam di antara lirik lirik dan nada nada yang berjalinan.

Kawan, mulai saat ini, jika saya sedang tertawan dalam kenangan yang menyakitkan, saya punya satu cara, mendengarkan Bob Dylan, sambil memikirkan kapan saya akan berjalan menyusuri trotoar kotamu, mencecap dingin yang menyenangkan, lalu membawa sejuk yang sama kemari, ke dalam kamar kecil saya, menemani boneka beruang kecil yang selalu sabar menghadapi saya.

One thought on “Cerita Untuk Bandung

  1. Aku akan cari satu sudut di Bandung yg paling serupa idealisasi itu. Jika kau kemari, takkan kubiarkan kau melihat selain sudut itu…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s