Penyiar Cantik

Ketika duduk di kelas II SMA, saya sempat menjadi 20 besar BC Riders yang diselenggarakan secara berkala oleh BC FM. Malangnya, saya tak lolos menjadi 10 besar yang berkesempatan menjadi penyiar pemula di siaran radio anak muda itu. Saat itu, perhatian saya lebih terfokus pada kelancaran pementasan teaterisasi puisi di GATEL (Gelar Teater La Jose). Untungnya, kekecewaan karena menerima kabar bahwa saya tidak terpilih terbayarkan oleh pementasan yang sukses dan menuai banyak pujian dari penonton. Saya dan para pemain juga teman-teman Teater Angin dengan riang mengurai proses kreatif kami dalam penggarapan teaterisasi puisi tersebut pada sesi evaluasi.

Nah, beberapa waktu kemudian, ketika duduk di bangku kuliah, ada program Medical Corner (saya lupa jam siarannya). Namun, entah kenapa, saya selalu berhalangan untuk turut berpartisipasi, dan seperti biasa, saya pun lupa pada niat untuk itu. Sampai akhirnya, beberapa waktu lalu, seorang teman mengajak saya untuk siaran di sebuah radio. Tentu saya senang menerima kabar itu.

Topik yang akan diperbincangkan adalah Haiku (puisi tradisional Jepang). Sebelumnya saya dan kawan-kawan memang mengikuti workshop Haiku yang digelar Alliance Francaise Denpasar di bilangan Renon. Saya pun bersemangat mengingat – ingat kembali materi Haiku yang disampaikan dalam workshop. Namun, sehari sebelumnya, teman saya itu mengatakan bahwa kami harus menggunakan bahasa Inggris. Tentu saya terkejut sekaligus takut, karena meski sejak SD mendapat pelajaran Bahasa Inggris, kemampuan berbahasa lisan yang saya miliki masih sangat minim. Akan tetapi, dengan dorongan kawan saya itu, akhirnya saya menuju RRI Denpasar, menuju ruang Paradise FM yang tampak asing.

Ternyata, semuanya tak sesukar yang saya bayangkan. Si penyiar, yang tentu sudah berpengalaman, dengan lihai memandu acara. Ketika saya dan dua kawan lainnya mandeg, dengan cepat ia mengambil alih. Sempat saya tertegun, mendengar kefasihan sekaligus kepiawaian Eka, penyiar radio tersebut.

2 jam pun lewat tak terasa. Mulanya memang ada rasa gugup, menuturkan definisi, struktur klasik dan sejarah mula dari Haiku dengan bahasa Inggris, tapi semakin lama, semuanya terasa mengalir. Dengan tenang kami mengutarakan kedalaman pada kesederhanaan kata-kata dalam Haiku. Awal mula tumbuhnya Haiku di Jepang sampai perkembangannya di masa sekarang. Bagaimana peristiwa seperti daun yang jatuh ditiup angin bisa membuat seorang penyair menulis sajak yang tak hanya indah tapi juga menyimpan berbagai makna. Nah, selain berbagi wawasan mengenai Haiku, kami juga sempat membaca Haiku dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang (meski saya tak menguasainya).

Hm, yang pasti pengalaman saat itu sangat menyenangkan, meski cuma sekali. Hehe…

2 thoughts on “Penyiar Cantik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s