Untuk Kawan Sejalan

JilFestAku pernah bercerita tentang Ubud. Tentang lukisan dan pelukisnya, galeri-galeri dan pamerannya, serta para penyendiri yang mencari jejak kekasihnya. Kau pernah bercerita tentang penyanyi dan musiknya, domba-domba dan kawanannya, serta doa tulus yang tak pernah terlupa.

Aku ingin bercerita tentang gadis dan gaun merah jambunya. Apakah kau masih ingin bercerita tentang taman perdu yang sering kaudatangi tiap minggu?

Bagaimana kini aku mengetahuinya?

*And I’m still waiting for the rain to fall pour real life down on me cause I can’t hold on to anything this good enough am I good enough for you to love me too?

Tinggalkan pesanmu di sini…

**Now I know that my eyes must close here Everyone else seems to feel like you don’t care But I know that you’re so confused and afraid I just want to be one true thing that don’t fade I don’t wanna give up tomorrow I just can’t understand why we’re going on I don’t wanna be sad, I don’t wanna be scared I won’t wait for you in silence I see the road is long

Aneka warna yang ceria, dibawa pelangi dari suatu negeri yang jauh, dengan surat-surat biru penuh pesan cinta rahasia dari para pemimpi yang gemar bernyanyi. Senandung mereka sampai di sini, mengetuk haru jendelaku,menggurat dinding kamarku dengan irama yang menggoda, menggoda diri ini turut bernyanyi, menari berputar, melayang dalam putaran waktu yang tak menentu.

Para pemimpi yang tak henti bernyanyi. Menyamarkan gugup tangan yang bergetar, kaki yang menyentak pelan dalam irama yang melenakan. Para pemimpi, kawan yang menidurkanku dalam nyanyian, membiarkanku lupa pada angan akan suaramu bercerita. Taman-taman perdu, gaun-gaun merah jambu, surat-surat tak terbalas, di mana kini semua itu…

Aku si pemimpi yang tak jemu bernyanyi. Menari berputar tenggelam dalam riak nada pelan menghanyutkan. Aku si pemimpi, bermimpi kau bercerita tak henti, ceritamu kawan sejalanku…

NB: * : Good Enough ** : Howl, BRMC

*****

Saya merasa aneh akhir-akhir ini. Mungkin karena sudah lama tak menulis puisi. Hehe, tapi saya punya alasan jitu, yakni sibuk KULIAH. Tapi kenyataannya, saya dilanda kemalasan yang hampir-hampir membuat saya ingin tidur saja di rumah. Hm, mungkin saya perlu pergi ke suatu tempat yang benar-benar inspiratif. Pertanyaannya, di mana kira-kira tempat semacam itu bisa saya temukan di dekat-dekat sini?

6 thoughts on “Untuk Kawan Sejalan

  1. Nikmati aja kemalasan itu Tie, memejam dan tersenyum, membiarkan kilasan-kilasan masa lalu, kemudian harapan masa depan berkelebat di pikiranmu. Saksikan aja itu, menjadi pengamat bagi pikiranmu…:)
    I find it inspirative!

  2. @bli Arya: pas sekali Bli, kemarin malam saya nikmati kemalasan itu, mengingat-ingat peristiwa beberapa bulan lalu, eh saya malah nangis ga karuan, mungkin karena pengaruh sindrom bulanan juga.🙂 untungnya teman saya menelepon sampai saya tertidur.
    hehe, rencananya, besok saya benarbenar akan bermalas-malasan di rumah, lalu membayangkan masa depan yang lebih indah, hehe🙂
    merci

    @jer : ah, sayangnya teman-teman saya di sini tak ada yang doyan be guling,😦 ,,,
    turun 5 kg?? ada apakah gerangan?

  3. hehe, gpp, hanya kehilangan selera makan, bisa terjadi pada semua orang. mgkn krn lama ga olahraga, ni sedang proses penggemukan lg hehe siiip!^^

  4. @jer: segera pulihkan diri hehe. kalau saya si ga pernah kehilangan selera makan (kayanya), tapi kok ga gemuk-gemuk ya, hehe

    @bli wira: bermalas-malasan sampai malas untuk bermalas-malas, uah, malas malas malas ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s