Yang Begitu Nyata

***: di Bali Bak***/11.02.09

Aku duduk di serambi lantai dua. Tempias hujan samar-samar basah di atas meja. Dahan teratas akasia menjulur-julur terbawa angin ke celah-celah kerai bambu yang tertutup seluruhnya. Sepoci teh kutuangkan, uap mengepul menggulung halus, bunyi ringan air teh mengambang sejenak dari dalam cangkir.

Kutemukan lagi sebentuk wajah yang membayang di sampingku. Jemari yang sempat menggenggam lembut tanganku ketika menyebrang di jalan penuh riuh para pengendara. Garis bibir yang mengulas senyum riang, bergumam tentang apa saja sembari tertawa. Atau langkah-langkah cepatmu hingga tak sadar kakiku berlari kecil menyamainya.

Hujan kian deras di luar, di bawah kulihat seorang gadis berpayung biru, menyusuri jalanan dengan tenang, abai pada badai yang menyesakkan. Bahkan, pohon-pohon tak mampu melawan desakan angin. Namun gadis itu tetap berlalu, hingga akhirnya payung birunya menghilang bersamaan dengan menderasnya hujan, dan mengerasnya angin menjelang petang. Sedang aku masih duduk memandangi orang-orang yang bergegas, dari arah yang berlainan.

Cangkir di atas meja tergantikan. Aroma jeruk dan harum coklat sekilas tercium. Pernah kubersandar di punggungmu, mencari-cari wangi tubuhmu, tapi hanya bau hujan yang jatuh di atas kepalaku yang mampu kuingat. Meski begitu jauh kita menyusur jalan petang itu, tetap saja tak kutemukan wangi itu. “Kita harus pulang”, katamu. Aku pun mengiyakan, setengah tak rela. Bisa kurasakan gemetar tubuhmu, menahan dingin hujan waktu itu. Tapi aku hanya mampu memeluk punggungmu dengan tangan kecilku, yang tak cukup mampu menengahi gigilmu. Mungkin saat itu kau malah teringat masa lalu. Entahlah…

Lalu hanya kertas yang sehelai ini, yang begitu nyata tentangmu…

NB : Happy Valentine Day
Semoga keindahan kasih sayang mengajarkan lebih dalam tentang kepedulian dan kemanusiaan, juga kebersamaan, dimana kita selalu mencoba memberi makna segenap peristiwa.

5 thoughts on “Yang Begitu Nyata

  1. kenyataan itu sudah pahit, jika diingkari akan tambah pahit.
    selain sehelai kertas itu, rasa dalam hatimu pun nyata.
    jika tidak, sehelai kertas itu tentu tak akan pernah ada.

    dan karena pergi tak selalu berarti kembali,
    mari memberi makna sebelum terlambat.
    untuk kemanusiaan dalam diri manusia seperti kita.

    selamat hari kasih sayang^^V

  2. Never too late to celebrate Valentine. Never too late to enjoy a moment. Never too late to watch our hearth filled with love…
    Let’s enjoy moments of love…NOW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s