Oleh-oleh

picture-1813Wah, pantas saja model-model lukisan itu dibayar mahal. Saya yang hanya disket wajah saja pegal-pegal, hehe. Tapi lumayan juga, punya sketsa wajah sendiri.

Seusai acara diskusi dan pembacaan puisi di Newmuseum, Jalan Veteran I (tepat di seberang Masjid Istiqlal, dan Monas), seorang pelukis mendatangi saya dan kawan-kawan, lalu minta izin mensket wajah kami. Langsung saja kami mengiyakan, hehe.

Sambil mendengarkan pentas musik dari Marginal, saya biarkan si pelukis menangkap garis-garis wajah saya lalu menuangkannya ke kanvas..

Setelah beberapa waktu, yup, jadilah!

Hasilnya?!

Hm, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hehe..

4 thoughts on “Oleh-oleh

  1. @bli wira : Itu lo yang saya pegang, hasilnya puitis, seperti aslinya, padahal yang namanya rasti tidak sepuitis itu, heheπŸ™‚

  2. haha, ga dibayarlah Bli..πŸ™‚
    harusnya si pelukis yang dibayar, tapi karena dia menawarkan diri, saya sama teman-teman oke oke saja diskets, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s