Menujumu, SUatu Hari

Jika kutemukan lagi simpang jalan itu, akan segera kutunjukkan padamu, bila perlu kutuntun kau dengan kedua tanganku. Sebab kita mesti memilih suatu hari. Tetap tinggal di sini atau menetapkan salah satu jalan untuk dilalui. Tapi kecemasan mulai melandaku, jauh lebih besar dari hari-hari kemarin. Andai kau memutuskan tak datang, apa yang akan kulanjutkan.

 

Aku mulai lagi dari muasal diri. Sungguh pun kau benar-benar pergi, mungkin semuanya memang akan tetap seperti ini. Aku si pemurung. Aku si periang. Kau selalu saja menjadi yang menunggu. Mestinya sedari awal kutanyakan padamu dengan sungguh, benarkah kau tak paham hari-hari kemarin, satu waktu yang mempertemukan kita dalam ketidakakraban, dan menyerahkan segala jawaban pada Tuhan, tidakkah kau hanya mencoba mengabaikan rasa sakitmu dengan ucapan selamat pagi yang kian kelu.

 

Telah kujelaskan padamu, aku tak mungkin berlalu, meski aku tahu, betapa sakitnya aku jika kuteruskan semua ini. Aku seperti meninggalkan seekor kelinci yang terluka padahal kubawa perban dan wortel segar di genggamanku. Detik dan detik, jam dan jam, sehari lewat, sebulan hampir kulalui dengan penuh bimbang. Ada yang tulus mengetuk pintu, tapi tak kubiarkan menyentuh mawarku, sebab, entah kenapa, ia seperti menuju padamu, selalu padamu. Ada yang riang menemani hariku, tapi tetap saja bibir ini kelu, tak mampu membalas sapa dan senyumnya. Sebab, pagiku terbiasa oleh guraumu. Belum ada yang mampu membuatku tertawa selepas itu.

 

Sesungguhnya tidak ada pilihan untuk tetap tinggal. Hanya mereka yang mau ditaklukkan waktu yang memutuskan untuk diam, di sudut mereka sendiri, di hari mereka sendiri, pada jam-jam kesepian dengan detik yang bergerak begitu lamban. Maka kau maupun aku, tetap harus bergerak, berputar, menyamping, lurus, ke atas, atau ke bawah, apapun itu, asal bergerak. Kau tak bisa menikmati kesedihanmu di sudut yang sama. Kau sama sekali tidak tersakiti oleh masa lalu, kau tersakiti oleh ego dan harga diri, yang menurutmu telah dilukai oleh waktu, entah oleh waktu atau sesuatu. Kau bukan pecundang malang yang mencari alasan untuk tetap tinggal karena masih terikat hari lalu.

Hmmmm,,,,,picture-074

5 thoughts on “Menujumu, SUatu Hari

  1. Ada mawar di kamar, pintu tertutup yang diketuk lembut, kelinci lapar dan terluka, waktu yang mengkhawatirkan, bimbang, pilihan, sakit, kenangan dan masa depan… biarkan saja jendela terbuka, pagi masuk memberi hangat dan senyum, maka mawar itu akan tetap segar…

  2. *Mestinya sedari awal kutanyakan padamu dengan sungguh, benarkah kau tak paham hari-hari kemarin* menjalani apa yang ada saat itu. besok?

    *Sesungguhnya tidak ada pilihan untuk tetap tinggal*
    sesungguhnya kita terus bergerak..

    nice post!
    oh ya, postingan manggang.. yg sms *** itu mau dibahas? haha.. kan dirimu yg paling mengerti.. =p

  3. @bli arya : adakah yang datang mengetuk lembut pintu itu, menawarkan hangat untuk mawar sendiri yang gigil di sudut kamar? adakah yang datang dengan sentuhan lembut yang menenangkan untuk kelinci putih coklat yang terluka sejak lama?🙂

    @gung wie : hehe, soal sms, bolehlah diceritakan, kan tokoh Mr.X dan Ms.Y nya ga diceritakan malam itu, hehe.
    hm, masih memikirkan apakah jalan besok hari tak akan menyesatkan. ya, sesungguhnya kita terus bergerak, meski merasa tetap tingal dengan jalinan kenangan yang begitu silam…🙂

  4. Kamu pengennya ada atau nggak? Yakin? Kriterianya kaya apa? Kalau ketemu ama orangnya, apa yang akan kamu rasakan? Apa yang akan kamu lakukan? Hayooo, jgn ampe meler gitu doong…!!! Hehehehe… Bunganya mawar si, ada durinya… Kelincinya juga, kalau sembuh pasti suka lari-lari gitu… Hehehehe…

  5. Hm, yakinlah, hehe. kriteria, ga ada yang khusus. kalo ketemu langsung tak peluk, hehe.

    wah saya bukan mawar, bukan juga kelinci yang suka lari-lari. saya cuma seorang diri yang ingin seluruh dunia tahu kalau saya patah hati, hehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s