Berenang, Sore Hari yang Riang

yuhuuui

Jika membaca, berjalan-jalan, dan menonton tak juga mampu mengatasi kepenatan, berenang boleh jadi pilihan yang menyenangkan. Berkecipak kecipuk di air, seakan menguap segala penat. Hm, tubuh jadi sungguh ringan, meski bukannya tanpa beban. Pikiran jadi lebih jernih, sedikit lebih mampu memilah dan memilih mana soal rumit yang perlu segera dituntaskan, mana hal-hal kecil yang jadi tak mudah karena terlalu kaku pada keadaan.

Suatu siang, saya bersama beberapa kawan, setelah mengunjungi sebuah panti asuhan di bilangan Monang-maning, makan siang di sebuah rumah makan yang ada kolam renang di bagian bawahnya. Saya melihat betapa riangnya anak-anak, dan orang dewasa, bermain-main di air, tertawa-tawa, berenang dari ujung ke ujung, dan ada yang cuma berdiam di satu sudut bersama pasangannya. Terlintas di benak saya, terakhir kali berenang selepas SMA kelas III. Lalu, seorang kawan berseru, ”Hei, bagaimana kalau sore ini kita berenang”. Wah, seketika saya kembali bersemangat. Segera kami habiskan makan siang (sebenarnya saya masih agak kenyang karena sebelum ke panti asuhan, minum es teller super jumbo di samping SMA xx). Kami akan berkumpul di tempat yang sama pukul 5 sore.

Wah, sebelumnya saya harus bertemu seorang kawan di jalan Kertanegara untuk melihat-lihat lukisan-lukisannya (untuk yang satu ini, mungkin nanti akan saya buat postingannya). Jadi saya katakan pada teman-teman, bahwa nanti saya agak terlambat. Pukul 5 kurang, dari kawasan Ubung saya melaju ke rumah untuk mengambil baju renang dan pakaian ganti. Kurang lebih sekitar pukul05.30, saya sudah berada di tengah kolam.

Hmm, segarnya. Bunyi air yang disamarkan tawa orang-orang di sana. Warna biru di sepanjang jarak pandang yang menenangkan. Sejenak gerimis tipis muncul, lalu kembali hilang. Wuah, sungguh menyenangkan. Hampir 1 jam, saya berada di kolam. Seorang teman datang membawakan burger. Saya naik sebentar, menghabiskannya dengan lahap, kemudian kembali menceburkan diri ke dalam kolam. Sayang, langit sudah mulai gelap. Tinggal beberapa orang saja yang masih asyik di tengah kolam. Karena kawan-kawan mulai lelah, demikian pula saya, kami segera menuju ruang ganti. Mandi sambil bergurau tentang penjaga kolam yang tampan dan bertubuh bagus, dengan kulit coklat yang maskulin.

Sekitar pukul setengah delapan, kami pulang. Huah, sungguh menyenangkan. Saya berpikir, lain kali, saya akan ke sana dengan kekasih saya (jika ada yang mau dalam waktu dekat ini, hehehe…).

6 thoughts on “Berenang, Sore Hari yang Riang

  1. @gdw: hehe, mumpung belum kembali ke asal, ya kasilah si kulit senang2,🙂

    @Bli Arya : tenang saja, Bli, di kolam itu tidak ada bau kaporit, mungkin karena kolam baru, burgernya juga enak, hehe (ini bukan promosi lo:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s