Hari yang Pergi

: di wr. made

Meja di sudut
tak lagi punya ruang untuk kita
tiap percakapan
           mabuk oleh segelas wiski
tak ada yang tau
kapan lagu terakhir
           usai dilantunkan

Bulan menggenangi atap teduh
sepasang kekasih
saling meraba masa silam
           yang tak terbaca

Kau yang tak pernah mengetuk pintuku
katakan siapa yang tersedu
di depan cermin
           antara dinding biru ini
berulang mengeja namamu

Aku di perempatan
menunggu isyarat lampu jalan
namun peta rumahmu
           lebih dulu raib oleh waktu

Siapa yang tahu
kemana hari membawamu pergi

 

Dimuat di Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s