Hari Sedih

Hari-hari sedih
Bocah malang di gang lengang
Satu datang dari pengungsian
Satu hilang bersisian petang

Di Pegayaman
Ada yang tak jemu mengucap Tuhan
Sedang aku hanya punya sebaris sajak
 —Pengantar tidur Ibuku—
 
Usia mungkin singgah di kota ini
Tapi tak ada warna biru di danau-danau
Atau layang-layang terbang hingga malam

Aku jauh di tikungan entah
memimpikan anggur-anggur
lampu-lampu jalan
dan ciuman lekasmu di Lovina

Kini, apa yang dibayangkan sampan terakhir di Lovina?

 

Dimuat di Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s