19 November II

Sesekali aku bergegas ke kotamu
Membaringkan resahku
Pada kunang-kunang yang menyebut namamu
Membaringkan murungku
Pada bait kesepian puisi-puisimu

Seorang perempuan melambai dari tepi jalan
Menawarkan namamu
Untuk kubaca tiap petang
Katanya ia menyeka peluhmu
Dan memerasnya menjadi kata-kata

Hujan tak berhenti di ujung jalan
Sampai kapan ia usai mengabarkan murungmu pada kunang-kunang
Pada  perempuan yang kau igaukan tiap malam

2 thoughts on “19 November II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s