18 november

Aku bukan burung yang mencari rindang ranting untuk dirinya. Bukan pula sebatang pohon menunggu tumbang dan sekumpulan rayap serakah yang berbaris di atas tubuhku. Aku hanya mencoba mengingat penanda jalan menuju rumah Ibuku.

Andai aku datang dan duduk di bangku yang sama denganmu, tak akan kurasakan lembab kayu dan bau cemara dengan kesegarannya yang menggoda. Mungkin aku akan lebih beruntung karena menyaksikan sepasang angsa memainkan kepala di tubuh pasangannya, menggeliat, mencari-cari sesuatu di air. Sepasang angsa di tengah kolam, seekor kupu-kupu mengitari mawar, hinggap dan terbang, merendah sesukanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s