Ketika Mengenang Sebuah Pertemuan

ulang kali kutulis sebuah nama
di hambur pasir
namun, gelombang memalingkannya
ke arah yang asing, arah yang jauh
  yang tak pasti kemana desirnya

rumput kala petang
atau ilalang di seberang musim
yang membuatku berjarak dengan waktu
sementara
daun yang jatuh di air
meninggalkan genang bayang
sekilas seriang bintang

mungkin, bayang itu adalah kupu-kupu yang sepasang
berucap cemas separuh harap
musim gugur kali ini menyisakan bunga lain untuk mereka
mungkin juga aku
menunggu hujan september ini
 biar sampai isak sajak yang basah
  di musim semimu

mengapa hanya suara kekasih di ujung petang
tahukah kau
langit tak menyampaikan apapun padaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s