Desember

hujan bulan desember
tak sehampa senyummu
siapa yang mampu
menatap wajah murung yang menyelinap
di antara kembang api
dan pohon cemara malam natal

ada luka yang tak sempat kaubaca
cerita sia-sia
tentang gadis dan korek api
kapan ia menyala
untuk anak-anak tanpa syal
dan kado malam natal
untuk aku
yang seharian sendirian

gelas di ujung meja
lelap dalam sunyi
kereta jingga yang lupa dibawa santa claus
ke pegunungan
sedang anak-anak kehilangan
kaos kaki di tepi ranjang

desember ini
kucari sisa senja yang mirip senyummu
tapi hanya sebentuk resah
butir salju pertama
yang leleh di jalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s