Lelaki Hujan

lekaslah jadi puisi, lelaki hujan
       bayangmu tergenang di jendela lengang

igaumu membasahi malam
denting jam ragu-ragu, tahukah ia
        lambaimu tak sampai kemari

sepi tak beranjak
sepasang kekasih jemu, 
daunkah yang jatuh di atas air
     atau senyum murung
         sepasang kunang kehilangan petang

ke arah entah, lelaki memalingkan wajah
perempuan meremas cemas ujung gaunnya
adakah sisa cumbu sang kekasih, di situ? 

tak ada lagi kata untuk menyambut musim
hujan bukanlah riang yang tertunda
         luput seperti dirimu, seperti senja
yang tak sepakat pada nasib kita

berteduhlah di rumahmu
sebab aku bukan payung
untuk hujan semalaman

One thought on “Lelaki Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s