Yang Terhening

 

                     : vi

Biarkan ia mencoba menemukanmu. Di setiap penghujung minggu, tanpa satupun layangan terulur, tanpa seruan riang yang menggema berulang, seperti yang biasa ia dengarkan. Mungkin hari hanya menyisakan sedikit kenangan tentang wajahmu yang tertidur di bahunya. Kau akan tahu, sentuhan tanganmu menggenang lembut di rambutnya. Membiarkan ia sejenak rindu pada garis tipis bibirmu. Selalu ada tempat untuknya sekejap lelap, memimpikan sebuah pertemuan atau hanya sekilas genggaman yang tak nyata. Ia akan tersenyum menyadari betapa cepat malam terlewat.

Jika kau selalu punya waktu memandangi gambar dirinya, ia hanya sempat mengingat bau tubuhmu ketika menyeka peluh di keningnya. Siang yang tak peduli, udara yang selalu menggoda untuk berteduh. Tapi, ia tak pernah abai pada gerak matahari. Meski tak pernah sempat menengadah, ia mengerti cahaya telah luluh jadi hari hari yang sebentar lagi akan selesai. Ia pun tersenyum lagi. Sambil menikmati biji kuaci terakhir, ia senandungkan lagu lagu cinta yang sederhana.

Kau mengakrabi tiap detik seperti gadis kecil dan bonekanya. Seakan tak ingin kehilangan satu pun cerita untuk kausampaikan padanya. Sementara, dinding kamarmu kehilangan warna, jadi rumah laba laba yang terusir dari kawanannya. Kau memilih diam di pojok taman. Menyaksikan bayangan sendiri di atas kolam. Kau biarkan ujung syalmu menyentuh air biru.

Bukalah jendela dan lihat, malam begitu dekat dengan wajahmu. Maka biarkan dirimu berlarian di setiap taman. Meniru gerak lugu kupu kupu yang tertangkap tanganmu, atau memainkan daun putri malu di sela sela akasia. Kau akan melihat burung burung yang seharian mengitari angkasa, atau menerka cuaca di balik langit biru itu. Tak usah katakan kau lupa jalan pulang, atau denah rumahku menghilang, jika kau pulang larut malam. Dekaplah tiap riang yang kaudambakan, bukan untuk melupakannya. Kau akan semakin paham, ia memimpikan senyum ranummu yang menawan dirinya untuk selalu mengingat hari itu.  
 
Di hari yang lain, mungkin kau akan menerima kabar ia telah datang dari seberang. Dengan cara yang sama ia mendekapmu. Dengan hangat yang sama, ia menyentuhmu. Menemukan bagian terhening dari seluruh kesepianmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s