Usai Kau Berlalu

sore hari terlampau panjang
untuk aku yang sendirian
tak ada yang tahu
kapan kutinggalkan duka di kursi ini
sebab kelabunya digurat waktu

tahukah kau, hujan yang datang pagi tadi
mencari muara di keningku
sebab laut, katanya, cuma menampung keluh
seorang dewi
yang ditinggalkan Baruna
bercinta dengan gadis nelayan

selalu ada yang luput
tak ada lagi yang berkabar tentang musim panen
di kebun anggur
atau rumbai warna warni
gaun para gadis di ujung pantai

segalanya lebur dalam kelabu yang pilu
begitu juga aku
yang tak sempat mengenggam tanganmu

mungkinkah embun terakhir pagi ini
akan sampai pada seroja yang sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s