keajaiban

Keajaiban

tiap hari di sudut sudut kota besar,

dalam lindungan lampu jalan yang temaram,

selalu ada suara suara rendah,

yang memohon mohon keajaiban.

Barangkali kita memang tak akan pernah tahu kapan kiranya keajaiban datang membukakan jalan untuk masa depan. Seringkali kita mengharapkannya hadir, berulang mengiringi langkah – langkah. Bahkan ada kalanya, dengan putus asa kita merasa tak ada satupun keajaiban di dunia. Sementara waktu terus saja menunjukkan kuasanya, melintas bebas di setiap napas manusia. Bagaimana kiranya mengartikan keajaiban itu. Bagaimana menggambarkan lalu merangkaikannya dalam tiap peristiwa di kehidupan ini. Apakah memang akan selalu ada keajaiban yang sedianya mengantarkan kita pada hari depan yang diimpikan.

Ada yang mengatakan dunia tercipta karena keajaiban. Alam semesta, manusia, dan hal – hal lainnya, yang hingga kini masih coba kita cari muasalnya. Keajaiban seringkali menjadi jawaban sementara, tapi sekaligus menimbulkan sebuah prasangka bahwa penciptaan sukar dijelaskan dengan ilmu fisika atau kimia, dengan kata lain, di luar batas akal manusia. Ini mengisyaratkan bahwa tidak mudah menerka – nerka mengapa keajaiban tak pernah lepas dari hari hari kita.

Ada pula orang yang mengharap keinginannya terwujud hanya dalam sekali ucap. Bergantung sepenuhnya pada keajaiban, yang boleh jadi, serta merta mengubah hidupnya. Alangkah bahagia mereka, membayangkan segalanya berjalan seperti apa yang dipikirkan. Hari hari indah penuh suka cita, meja makan dengan santapan ala raja, ranjang lembut dengan selimut sutra, taman bunga yang menghadirkan musim semi kota Barcelona. Semuanya seakan bisa tercapai hanya dengan keajaiban yang mereka percaya.

Namun, tidakkah keajaiban menjadi pertanda keniscayaan, kebahagiaan yang hanya ada dalam khayal. Setiap orang yang membayangkan segala keindahan, tak pernah sekalipun merasakannya dalam kehidupan nyata. Mereka hanya mampu bermimpi, suatu hari akan ada sebuah keajaiban dimana mereka dapat mewujudkan segala angannya. Keyakinan pada keajaiban menjelma suara suara yang tak pernah lekang, mendengung dalam telinga dan mempengaruhi pikiran mereka, memaksa terus berangan tentang hari depan yang sesungguhnya tak akan pernah dilakonkan.

Keajaiban menjadi sebuah doa. Keajaiban menjadi penantian yang berharga. Kita pun semakin percaya keajaiban merupakan pertanda kebaikan. Di dalamnya kita mendapati gairah untuk memulai yang baru dan meninggalkan cara cara lama. Begitulah ia. Memantapkan perubahan, memunculkan pergerakan baru yang mengarah pada hari depan impian.

Sesungguhnya ada hal yang terlalu rahasia di dalam keajaiban. Rahasia yang tak terungkap meski peradaban telah lama tumbuh dan berkembang. Mungkinkah dengan menyingkap sesuatu di baliknya, di masa depan, kita bisa menjelaskan segala tanya tentang kehidupan, darimana dan mau kemana kita. Tapi dapatkah keajaiban mengubah kesalahan kecil di masa lalu, sehingga harapan bahwa hari ini adalah hari yang sempurna, selalu sempurna, bisa terlaksana. Entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s