30 Agustus

Pernahkah kau merasa dunia seakan tak punya ruang untuk kesepian kita yang selalu sama. Padahal bunga bunga mekar menebarkan wangi yang berbeda. Begitu pula serangga yang berjalan beriringan di dinding kamar kita, selalu meninggalkan jejak yang lain. Kadangkala aku menjadi tak percaya segalanya. Benarkah ia rasa bahagia, setelah seharian bersenda gurau dengan waktu, atau hawa dingin yang menjalar bersama hujan, dan kesedihan karena seseorang pergi tanpa kabar, tanpa ucapan selamat tinggal. Mungkinkah itu rasa hampa yang tak mampu kujelaskan bahkan kepadamu.

Suatu kali kulihat pelangi muncul di ufuk timur, gerimis tipis jatuh di wajahku. Tanpa payung kususuri jalanan yang basah. Langit mendung berwarna kelabu menimbulkan perasaan murung yang tak menentu. Daun daun kamboja dan akasia dipenuhi tetes tetes air yang meluncur ke tanah begitu angin berhembus dari arah barat daya, meninggalkan rasa dingin di kulitku. Sementara bayangmu seakan menyusuri jalanan rumahku, menyiratkan masa yang asing.

Ingatkah kau, kita pernah duduk di situ, di kursi kayu yang mengelupas catnya, kita bergumul dengan angin, merasa tak kenal hawa dingin. Kusentuh rajut benang di baju birumu dan kutemukan warna lain, seperti kulit ibuku. Maukah kau bercerita tentang hari kemarin, atau tentang sekuntum mawar yang ingin hujan. Biar waktu menjauh dari pelukan kita. Biar burung burung menari sendiri dalam alunan angin di pucuk cemara. Terbang ke taman taman kota tua, terusir riuh lampu jalanan.

Kita tak akan pernah tahu kapan masa silam datang bagai hantu, menyamar bayangan senja di cermin, penuh warna jingga yang sekilas menggoda. Meski demikian, hari tetap saja seperti tangkai bunga yang tak kunjung lepas, pohon yang tak pernah tumbang, bahkan oleh gelombang.

Andai waktu itu aku datang dan duduk semeja denganmu, anggur yang tumpah di gaunku tak akan kehilangan warna birunya. Sedang bibirmu selalu ingin basah, bukan dari tubuh atau tanganku, bukan dari hujan atau embun dedaunan. Kau hanya berkata, dunia tak menyisakan ruang untuk kesepian kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s