Aku Lihat Sungai

Aku lihat sungai di punggungmu
Kusentuhkan tangan
Kau datang dengan mawar sewarna matamu
Masa silam datang sebelum aku
Aku lupa untuk apa menutup pintu

Aku lihat sungai di rambutmu
Kusentuhkan bibirku
Ikan-ikan melompat
Menghitung lengang dari tempatku berdiri

Kau usap matamu
Aku cium noda hitam di keningmu
Tak ada selimut atau bantal
Menawarkan malam lain di ujung tahun

Aku berkata
Untuk dinding yang mengulang namamu
Beri aku sejenak sajak dan sekecup mabuk
Untuk setiap mimpi
Akhiri hari ini

Datanglah kau dengan hiasan natal
Kubiarkan diriku
Jadi cemara malam

 

Dimuat di Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s