13 Februari

Gerimis dalam dirimu lebih dingin
Dari hujan yang sempat jatuh di jalanan

Siapa yang paham isyarat langit mendung
Atau pohon-pohon tak mau hujan
Selain ciuman lekas
yang membekas

Sedang gerimis dalam dirimu
Kembali menderas di tanganku

Kau datang tanpa mengucap salam
Bisik burung-burung
setengah ragu
Kepak sayap yang mungkin berakhir
di puisiku

Lalu apa yang mesti kita rayakan setelah hujan?

 

Dimuat di Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s