dalam genang senja
gerimis jatuh pada kamelia yang sendiri
tangan letih di atas kertas
kata-kata jadi senyap yang memburu,
waktu atau aku yang menunggu?
pada ilalang
terselip warna hijau matamu
kelabu, saat kita abai pada waktu
dan pada dinding biru kamarku
wajahmu menjelma kelabu
ya, simpan senyummu
dalam cerminku yang sendiri
di mana tangis yang diam bersimpang
sementara hujan menghapusnya di seberang jalan
sekali lagi, kusaksikan matahari
cuma kilas sepi
cuma isyarat singkat untuk bergegas pergi
di ujung petang
hanya bulan berkirim kabar
wajah sendiri tergenang di dasar kolam
sampai juga angin kemari
berbisiklah, aku tau kau di situ!