Aku hanya sepandang bayang
Di antara lekuk hari meredup sayang
Cahaya merah di langit luas
Seperti perayu gagah berani
Menyingkap senja yang penuh rahasia
Dan senja pun lenyap
bagai musafir putus asa
yang rindu bau jati kampung halaman
Laut bergetar sepanjang kata
Gulungan ombak seisian pinggiran
Seakan hendak berujar
mereka pemilik paling sahih keluasan samudra
Tapi matahari terbit tak urung menepati janji
Pada embun yang melekaskan dirinya untuk pagi
Pada burung yang meninggalkan sarang mencari musim semi
Di kaki langit yang lain
Di waktu yang terbatas mata
Aku hanya sepandang kenangan
Hari berpagut berulang sayang
Berseri saja hati ini