kompetisi web kompas MuDa & AQUA

All posts tagged kompetisi web kompas MuDa & AQUA

Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA

Published February 6, 2011 by rastiti

Berhubung deadline kompetisi web kompas MuDa & AQUA sebentar lagi, berikut saya sharing lagi deh persyaratannya :

  1. Tema : It’s About Us : Air untuk Masa Depan
  2. Peserta : 15 – 22 tahun (pelajar SMA/mahasiswa)
  3. Peserta perseorangan atau tim boleh mengirimkan lebih dari satu alamat web atau blog
  4. Bisa menggunakan domain blog sendiri atau memanfaatkan blog gratisan (wordpress, blogspot dkk)
  5. Disertai kata kunci Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA
  6. Penilaian meliputi kualitas tulisan dan desain
  7. Penyaringan 200 besar finalis ditentukan lewat peringkat di mata mesin pencari Google
  8. Mencantumkan tautan balik ke www.mudaers.com
  9. Boleh web lama atau baru
  10. Memuat tulisn terkait tema minimal 3000 karakter
  11. Karya dikirim ke email : lombaweb@mudaers.com. Pada subjek dicantumka nama web / blog dan lampirkan data diri.

Nah, yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara agar blog ini bisa masuk 200 besar di mesin pencari Google. Ada yang bisa bantu ga???

Anak Ayam Mati di Lumbung Padi

Published February 6, 2011 by rastiti

 

Barangkali kita telah terlalu terbuai dengan pernyataan bahwa Bumi adalah Planet Air. Nyatanya meski dua per tiga wilayahnya berupa lautan, terlampau banyak daerah yang masih kekurangan air. Banyak orang di suatu Negara mesti berjalan berpuluh kilometer hanya untuk mendapatkan seember air minum. Kebersihannya pun belum tentu terjamin. Bukankah miris rasanya, ibarat peribahasa “Anak ayam mati di lumbung padi”.

 

Bali merupakan contoh yang cukup jelas dimana persoalan air kini sungguh – sungguh telah terjadi di depan mata. Sebagai warga Pulau Dewata awalnya saya tidak terlampau akrab dengan peristiwa banjir. Paling – paling bencana macam itu hanya terjadi di kota – kota besar berpenduduk super padat sekelas Jakarta dan sekitarnya. Namun alangkah mengejutkan, beberapa tahun belakangan ketika musim hujan datang sudah dipastikan banyak wilayah terendam air. Macet dimana – mana karena genangan air dari yang Cuma setinggi jempol sampai seukuran lutut. Bahkan peristiwa banjir beberapa waktu lalu telah memakan korban jiwa.

 

Di satu sisi banjir melanda, di bagian lain, krisis air jadi masalah yang luar biasa. Aliran air mati di siang bolong kini seakan – akan menjadi keseharian masyarakat. Mau complain pada perusahaan penyedia layanan bersangkutan, mereka sepertinya tidak dapat berbuat banyak. Alhasil, saya dan warga Bali lainnya seakan menerima saja keadaan bahwa kita semua kini sedang paceklik air.

 

Krisis air tidak hanya terjadi di kota – kota semacam Denpasar, tetapi juga pedesaan seperti di kabupaten Karangasem. Dari informasi yang saya dapat, di suatu daerah jarak sumber air bersih dengan pemukiman penduduk berkisar antar 4 – 7 km. Belum lagi jalan perbukitan terjal yang harus ditempuh untuk mencapainya. Perusahaan air minum belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di sana terhadap air.

 

Saya kemudian berpikir, apa yang kira – kira membayang di benak kita saat mandi dengan luapan air melimpah sementara seusai mandi kita lihat tayangan berita mengenai kekeringan di satu daerah. Bukankah terkesan konyol sekali. Tepat ketika kita menghabiskan satu gallon air dalam sehari cuma untuk membersihkan badan, ribuan orang tengah berjalan berkilo – kilo hanya untuk minum.

 

Lalu, solusinya apa?

Saya kira, kita patut merefleksikan semboyan salah satu produk penyedia air minum, yang sangat akrab di telinga kita, dalam keseharian. Mengambil dari alam seraya menjaga kelestariannya. Sederhana memang, tapi bukankah di sana intisari pemecahannya. Segala yang ‘terambil’ dari alam mesti ‘terkembalikan’ pula. Proses pengembaliannya tidak lain tidak bukan adalah dengan cara pelestarian itu sendiri.

 

Seperti yang dilakukan oleh Hira Jamtani. Ia merintis sebuah upaya filterisasi air limbah rumah tangga dengan cara tradisional. Berbekal kerikil dan paku – pakuan, wanita ini berhasil menciptakan teknologi sederhana pengolahan limbah menjadi sumber air alternative. Sayangnya usahanya ini masih belum sampai ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Ya, satu orang saja memang belum dapat memecahkan persoalan yang besar. Jika sekarang Cuma ada satu Hira, besok atau lusa perlu orang – orang tangguh yang penuh dedikasi seperti ini lebih banyak lagi.

 

Bagaimana jika mulai detik ini, kita mengurangi waktu untuk internetan. Misalkan dalam sehari kita menghabiskan 3 – 5 jam untuk browsing, facebook’an, twitter’an, coba kita sisihkan 1 jam saja untuk merintis apa yang telah dilakukan Hira. Mulai dari membentuk tim, menggalang dana kecil – kecilan, survey lokasi dan perlengkapan. Jadi, siap – siap hubungi teman – teman sekelas, sekampus, sekantor untuk memulainya. Sekarang!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kompetisi Kompas MuDa Web/Blog

Published January 20, 2011 by rastiti

Masih seputar Kompetisi Web KompasMuDa tahun 2011 ini. Dari beberapa kali blogwalking yang saya lakukan, beberapa blogger sudah pasang ancang – ancang untuk urun dalam lomba kali ini. Namun saya sendiri belum membuat tulisan mengenai air terkait tema kali ini. Susah juga mencari ide yang menarik mengandung gagasan terkini tentang air dan solusi esensial untuk menghadapi persoalan kekinian. Lumayanlah sambil menyelam minum air.

Hmm, berikan saya waktu untuk berpikir dulu yaaa hehehe

Atur Strategi!

Published January 18, 2011 by rastiti

 

Wah, tanggal 15 Februari tinggal 2 minggu lagi. Harus segera atur strategi untuk bisa lolos 200 besar finalis Kompetisi Web/Blog Kompas MuDa dan AQUA. Tidak seperti lomba tahun lalu, ajang kali ini memang mensyaratkan hal tersebut. Jadi, sangat rugi jika kita punya gagasan bagus yang bisa dituangkan di blog namun karena tidak masuk 200 besar peringkat di ‘Om Google’, gagasan kita tersebut tidak dapat terpublikasi dengan baik apalagi menjadi pemenang.

Oleh karena itu, saya mulai hari ini dengan mencari – cari cara jitu agar blog saya (rastirainia.wordpress.com) bisa masuk ke mesin pencari Google ketika keyword diketikkan. Setelah sekian lama online, mata sudah merah, perut lapar dan bosan, saya menemukan sebuah web yang sangat dahsyat. Seketika jadi miris sendiri melihat dan membandingkanya dengan blog ini. Tapi tak masalah, saya masih punya banyak waktu untuk me’make up blog ini sehingga menjadi cantik, menarik dan tidak lupa mengandung gagasan penting tentang ‘It’s About Us : Air Untuk Masa Depan’.

Oya, bagi kawan – kawan yang sempat mampir dan tertarik untuk ikut serta kompetisi ini. Berikut beberapa persyaratannya :

  1. Tema : It’s About Us : Air untuk Masa Depan
  2. Peserta : 15 – 22 tahun (pelajar SMA/mahasiswa)
  3. Peserta perseorangan atau tim boleh mengirimkan lebih dari satu alamat web atau blog
  4. Bisa menggunakan domain blog sendiri atau memanfaatkan blog gratisan (wordpress, blogspot dkk)
  5. Disertai kata kunci Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA
  6. Penilaian meliputi kualitas tulisan dan desain
  7. Penyaringan 200 besar finalis ditentukan lewat peringkat di mata mesin pencari Google
  8. Mencantumkan tautan balik ke www.mudaers.com
  9. Boleh web lama atau baru
  10. Memuat tulisn terkait tema minimal 3000 karakter
  11. Karya dikirim ke email : lombaweb@mudaers.com. Pada subjek dicantumka nama web / blog dan lampirkan data diri.

Hadiahnya?! Hmm sangat menarik… Jadi, mari bersaing!

FIGHT through BLOGGING (Kompetisi WEB Kompas MuDa)

Published January 18, 2011 by rastiti

 

Sewaktu menjadi volunteer Kompas MuDa Batch II Bali tahun lalu, tak pernah terbayang saya akan mendapat banyak kesempatan menyimak lebih jauh mengenai dunia jurnalistik. Agenda – agenda yang terangkum dalam serangkaian acara HUT KompasMuDa tahun lalu itu memang jadi kenangan manis, apalagi puncak HUT yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta.

Tahun ini, Kompas MuDa kembali menggagas aneka program untuk memperingati ulang tahun yang keempat, salah satunya adalah Kompetisi Web MuDa. Mengambil tema It’s about Us : Air Untuk Masa Depan, lomba kali ini mensyaratkan penyaringan 200 besar finalis lewat peringkat website atau blog di ‘Om Google’. Alhasil, ini akan jadi ajang ‘pertarungan’ habis – habisan bagi para blogger seantero nusantara.

Selain lomba blog ada pula Kompetisi Foto MuDa, Penulis MuDa, Web MuDa, MuDa Musikustik dan Komik. Semuanya untuk pelajar dan mahasiswa berusia 15 – 22 tahun kecuali untuk kompetisi penulis hanya untuk pelajar SMA.

Soal hadiah, tak kalah menggiurkan. Para juara akan memboyong hadiah uang tunai, trophy Kompas MuDa, voucher TB Gramedia, Voucher Nonton, paket langganan, dan Sepeda Polygon. Asikkkkkkkk!

Saya pun tak ketinggalan turut urun partisipasi. Meski bukan blogger mahir, tak ada salahnya kan ikut meramaikan. So, let’s fight through blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers