Di lindung langit yang tak mau murung
Kubiarkan sendiri
Langkah kaki di lepas hari
Burung-burung pencemburu melewatiku sekilas lalu
Ke mana arah bayangmu
Yang tak juga jemu
Meniru gerak lugu kupu-kupu
Lalu wajahmu
Begitu saja : Genang kenangan
yang dibawa burung-burung itu
armada
Menyusup sunyi
ke dalam celah mimpi seorang gadis
Dengan mawar setengah layu
Di kupingnya
Di batas mataku
Jalan ini seolah tak selesai
Tiap tikungan seperti gua purba
yang merindukan cahaya
Tiap pejalan seperti kelana
yang merindukan kampung halaman
seperti laba-laba yang terusir kawanannya
Mau kemana kita?
Lampu kuning teduh menyala bergantian
Tapi malam selalu datang
Sebelum usai kita akrabi jalan ini
Tak ada rambu penanda, untukku atau untukmu
Di lindung langit yang tak mau murung
Jalanan ini entah berujung di mana
Puisi ini menjadi nominator Singa Ambara Raja Award 2009