Lapaaaar!!!
Niat untuk fokus pada sesi lecture yang baru berlangsung 20 menit, kandas sudah. Dengan lunglai saya rebahkan sejenak kepala saya di punggung kawan di depan (kursi lab tak ada tatakan punggungnya L ).
”Laper, Kun.”
Cling! Seketika, dengan ekspresi datarnya yang biasa, kawan saya menoleh lalu berbisik, ”Kamu belum makan?”
Sambil menatap dosen yang sedari tadi asyik berkutat dengan materinya, (tanpa tahu beberapa mahasiswa, termasuk saya, sedang berjuang melawan rasa ngantuk dan lapar) saya berkata pelan,”Nggak keburu. Abis nganter surat, dosennya udah dateng duluan”.
Lalu, sekian detik kemudian, dengan ekspresi yang tetap sama, ia mengulurkan tangannya ke belakang. Huff, mata saya seketika berbinar ketika yang saya lihat di genggamannya adalah sebungkus coklat delf* yang begitu menggiurkan. Dengan sigap saya ”rampas” coklat itu, dan tanpa ba bi bu langsung saya masukkan ke mulut dan melumatnya cepat-cepat. Segera setelah saya nikmati coklatnya itu, saya mendekatkan kursi ke depan lalu berujar, ”Trims Kun”, dengan senyum manis penuh rasa terima kasih, hehe.
LALU, APA SEBENARNYA ESENSI DARI CERITA INI???
Yup! Makan itu penting, no doubt!
Sebanyak apapun aktivitas keseharian kita, sedikit apapun waktu istirahat yang kita miliki di tengah agenda yang begitu padat, sempatkanlah 10 – 15 menit untuk makan. Jangan sekali kali mengenyampingkan urusan yang satu ini. Memang, dampak negatifnya mungkin tidak akan terasa di masa kini, tapi selang beberapa waktu kemudian, kebiasaan makan yang tidak teratur akan mengakibatkan berbagai persoalan kesehatan. Dapat dipastikan, seluruh aktivitas yang telah terencana masak-masak, akan tertunda bahkan gagal seketika. Oleh karena itu, bila perlu, kita cari informasi mengenai pola makan yang baik berikut asupan-asupan yang penting dan seimbang. Kemudian, segera biasakan diri untuk memulai kebiasaan makan sehat yang teratur. Belum terlambat untuk memulainya detik ini.
Liburan memang selalu menyenangkan. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Mulai dari bersantai ria, aktivitas yang dapat menambah uang saku, sampai kegiatan sosial atau edukatif semisal penyuluhan yang tadi pagi saya lakukan.