Kuliahku

All posts in the Kuliahku category

Makan Itu…

Published March 5, 2009 by rastiti

Lapaaaar!!!

Niat untuk fokus pada sesi lecture yang baru berlangsung 20 menit, kandas sudah. Dengan lunglai saya rebahkan sejenak kepala saya di punggung kawan di depan (kursi lab tak ada tatakan punggungnya L ).

”Laper, Kun.”

Cling! Seketika, dengan ekspresi datarnya yang biasa, kawan saya menoleh lalu berbisik, ”Kamu belum makan?”

Sambil menatap dosen yang sedari tadi asyik berkutat dengan materinya, (tanpa tahu beberapa mahasiswa, termasuk saya, sedang berjuang melawan rasa ngantuk dan lapar) saya berkata pelan,”Nggak keburu. Abis nganter surat, dosennya udah dateng duluan”.

Lalu, sekian detik kemudian, dengan ekspresi yang tetap sama, ia mengulurkan tangannya ke belakang. Huff, mata saya seketika berbinar ketika yang saya lihat di genggamannya adalah sebungkus coklat delf* yang begitu menggiurkan. Dengan sigap saya ”rampas” coklat itu, dan tanpa ba bi bu langsung saya masukkan ke mulut dan melumatnya cepat-cepat. Segera setelah saya nikmati coklatnya itu, saya mendekatkan kursi ke depan lalu berujar, ”Trims Kun”, dengan senyum manis penuh rasa terima kasih, hehe.

LALU, APA SEBENARNYA ESENSI DARI CERITA INI???

Yup! Makan itu penting, no doubt!

Sebanyak apapun aktivitas keseharian kita, sedikit apapun waktu istirahat yang kita miliki di tengah agenda yang begitu padat, sempatkanlah 10 – 15 menit untuk makan. Jangan sekali kali mengenyampingkan urusan yang satu ini. Memang, dampak negatifnya mungkin tidak akan terasa di masa kini, tapi selang beberapa waktu kemudian, kebiasaan makan yang tidak teratur akan mengakibatkan berbagai persoalan kesehatan. Dapat dipastikan, seluruh aktivitas yang telah terencana masak-masak, akan tertunda bahkan gagal seketika. Oleh karena itu, bila perlu, kita cari informasi mengenai pola makan yang baik berikut asupan-asupan yang penting dan seimbang. Kemudian, segera biasakan diri untuk memulai kebiasaan makan sehat yang teratur. Belum terlambat untuk memulainya detik ini.

Penyuluhan pagi tadi

Published January 22, 2009 by rastiti

dscf4054Liburan memang selalu menyenangkan. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Mulai dari bersantai ria, aktivitas yang dapat menambah uang saku, sampai kegiatan sosial atau edukatif semisal penyuluhan yang tadi pagi saya lakukan.
Setelah kemarin berbagi wawasan dengan anak SMP N di Mengwi, pagi tadi saya dan kawan – kawan bertandang ke SMP WK (sebut saja demikian). Seperti biasa saya mendapat bagian Kespro (Kesehatan Reproduksi). Menurut teman saya, saya amat lihai membawakan materi ini. Jadi, tiap kali penyuluhan, saya selalu mendapat bagian Kespro. Yah, memang menyenangkan membicarakan topik yang satu ini, hehehe.
Tidak seperti SMP di Mengwi yang jumlah murid tiap kelasnya hampir 50 orang, anak sekolah di SMP WK terbilang sangat minim. Jumlah peserta penyuluhan hanya 31 orang, itu pun merupakan gabungan siswa kelas I dan II.   
Suasana di dalam kelas sekilas memang tampak biasa saja. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, anak – anak ini tidak dalam keadaan yang sempurna untuk menerima materi. Maksud saya, kesan awal, terlihat sekali anak – anak di hadapan saya kurang bisa memperhatikan situasi sekitar. Ada yang duduk termenung di bangkunya, ada yang menoleh ke belakang, ada yang bercanda, dan bahkan sesekali berteriak. Padahal, kami dan seorang guru telah berdiri di depan kelas. Tepat dugaan saya, hingga pertengahan materi pertama, perhatian mereka hamper – hamper tidak ada. Padahal, metode penyuluhan adalah diskusi dengan media gambar yang sangat menarik. Saya tak paham, apakah karena ini adalah penyuluhan dan bukan proses belajar mengajar, mereka tak begitu peduli.

Selang beberapa lama, keributan sungguh di luar kendali kami. Lalu, Bapak yang tadi meninggalkan kelas kembali. Dan kami amat terkejut dengan reaksi guru ini terhadap tingkah polah anak didiknya. Dengan “cekatan” dia menggunakan tangannya untuk “menasehati” seorang murid lelaki yang duduk di depan kelas. Kami berempat terkejut, semuanya terjadi begitu cepat. Lalu, suasana jadi benar – benar senyap (kalau di komik pasti ada tulisan “sriiiing”). Untuk kali pertama, saya melihat kekerasan macam ini terjadi di bangku sekolah.
Suasana senyap tak berlangsung lama, tapi sudah lebih baik daripada keadaan di awal. Mereka mulai merespon tiap pertanyaan yang diajukan kawan saya di sela – sela pemberian materi. Ternyata mereka cukup cerdas di tengah situasi yang menurut saya kurang mendukung terbentuknya sikap kritis remaja. Hingga pemberian materi terakhir yaitu mengenai NAPZA, situasi dapat dikatakan “terkendali”.

Hm, yah, tidak dapat dipungkiri, suasana pendidikan di negeri kita memang belum cukup memadai dengan kebutuhan siswa siswinya. Namun sepertinya keadaan ini dianggap biasa saja, asal anak – anak berseragam sekolah dan berangkat pergi dengan menggendong tak sekolah tiap pagi. Jadi, apa yang bsa dilakukan?! Ya, ini PR untuk kita semua.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers