Betapa tak tentu, malam yang memanggil-manggil. Senyap kenangan di kejauhan. Bagaimana mungkin waktu tetap mempertautkan kerinduanmu padanya. Apakah hari yang lewat masih belum mampu membiasakan kesepian padamu.
Lihat kuntum kamboja yang masih berembun itu. Berulang kali datang padanya keindahan, berkali-kali pula waktu merenggut segalanya. Tapi bukankan dengan demikian lahir keindahan yang lain, keindahan yang akan disaksikan oleh hari-hari mendatang.
Mengapa masih saja terpaut hatimu pada tahun-tahun silam itu. Yang senyumnya menggetarkan namun kalah oleh langit kiasan matahari terbit. Yang wajahnya bulat cerah memenuhi ruang gagumu namun kalah oleh mendung yang mencurahkan hujan untuk sejukmu.
Sedang aku hanya bisa bertanya. Baik itu untuk kisah yang panjang atau jejakmu yang tak sengaja kutemukan.
